Perbedaan Orangutan Kalimantan dan Sumatera, Walaupun sama sama menyandang nama Orangutan ternyata orangutan sumatera dan Kaimantan mempunyai beberapa perbedaan diantaranya :
Nama Latin
Orangutan Sumatera mempunyai nama latin Pongo abelii sedangkan Orangutan Kaimantan Pongo pygmaeus
Jenis
Orangutan Sumatera hanya terdiri dari 1 Spesies yaitu Pongo abelii sedangkan Orangutan Kaimantan terbagi menjadi 3 sub spesies Pongo pygmaeus-pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbi, dan Pongo pygmaeus morio
Ukuran
Orangutan Sumatera terlihat lebih kecil dibanding Orangutan Kaimantan
Warna
Orangutan Sumatera mempunyai warna lebih terang (Orange) sedangkan Orangutan Kaimantan berwarna lebih gelap (cenderung coklat)
Makanan
Orangutan Sumatera sangat tergantung pada buah-buahan sedangkan orangutan kaimantan makanannya lebih variasi. kalo dilihat dari hukum sebab akibat, di sumatera musim buah dan panen raya buah-buahan dalam hutan lebih lama dan kontinue dibandingkan dengan kondisi hutan kaimantan. jadi orangutan kalimantan lebih surviev dibandingkan orangutan kaimantan dalam soal makanan
Cara Hidup
Orangutan Sumatera menghabiskan hidupnya diatas pohon sedangkan orangutan Kalimantan suka berjaan di antai hutan terutama jika orangutan berjenis keamin Jantan dewasa
Para ahli menarik kesimpulan dari keberadaan predator. di Sumatera terdapat Harimau sedangkan Kalimantan tidak ditemukan harimau sehingga dari segi keamanan jalan dilantai hutan lebih aman untuk di daerah hutan kaimantan dibandingkan dengan daerah sumatera
Hubungan
Orangutan Sumatera lebih sosial dibandingkan Orangutan Kalimantan
Tampilkan postingan dengan label Orangutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orangutan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 November 2012
Minggu, 11 November 2012
Orangutan adalah
Nama Lokal : Orangutan Kalimantan
Nama Latin : Pongo pygmaesus morio
Nama Inggris : Bornean Orangutan
A. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Primata
Family : Hominidae
Genus : Pongo
Species : Pongo pygmaeus morio
B. Ciri- Ciri
Orangutan kalimantan memiliki morfologi yang tidak bebeda jauh dengan orangutan sumatera.Orangutan merupakan hewan diurnal (aktif di siang hari) dan aboreal , hewan ini memiliki tubuh gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk serta tidak memiliki ekor. Tubuh Orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka juga memiliki kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi. Pejantan orangutan kalimantan memiliki benjolan dari jaringan lemak di kedua sisi wajah yang mulai berkembang di masa dewasa setelah perkawinan pertama. Orangutan jantan memiliki pelipis yang gemuk.
Mereka memiliki indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap dan peraba. Telapak tangan mereka terdiri dari empat panjang ditambah dengan satu ibu jari.Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia. Orangutan jantan berukuran 100- 114 cm dengan berat tubuh maksimal 90kg, dan orangutan betina berukuran 80-100 cm dengan berat tubuh sekitar 56kg. Masa hidup diperkirakan hingga 56 tahun jika dalam perlindungan ataupun perawatan dan 35-45 tahun jika di alam bebas.
C. Persebaran dan Status Konservasi
Satwa ini hidup endemik di Pulau Kalimantan, mencakup wilayah Indonesia dan Malaysia. Subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus (Northwest Bornean Orangutan) dapat ditemukan di Serawak (Malaysia) dan Kalimantan bagian barat laut. Subspesies Pongo pygmaeus wurmbii (Central Bornean Orangutan) terdapat di Kalimantan Tengah dan bagian selatan kalimantan Barat. Sedangkan subspesies Pongo pygmaeus morio (Northeast Bornean Orangutan) dijumpai di Kalimantan Timur (Indonesia) dan Sabah (Malaysia).
Status Konservasi : IUCN Redlist memasukkan orangutan kalimantan dalam status endangered (terancam) sejak tahun 1994. Sedangkan CITES memasukkannya dalam daftar Apendiks I yang berarti tidak boleh diperdagangkan. Pemerintah Indonesia juga telah memasukkan spesies ini sebagai satwa yang dilindungi. Hal ini disebabkan populasi orangutan kalimantan yang semakin hari mengalami penurunan akibat dari rusaknya habitat (kerusakan hutan), kebakaran hutan, pembalakan hutan, menciutnya luas hutan, serta perburuan dan perdagangan liar.
D. Habitat
Habitat Orangutan Kalimantan ini adalah di daerah hutan hujan tropis yang ada di Pulau Kalimantan, di daerah dataran rendah hingga daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter dpl. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan.
E. Makanan
Meskipun Orangutan termasuk hewan omnivora, sebagian besar dari mereka hanya memakan tumbuhan. Makanan kesukaan Orangutan ini adalah buah-buahan. Makanan yang lainnya adalah daun-daunan, biji-bijian, kulit kayu, tunas tanaman (yang lunak), bunga-bungaan. Selain itu mereka juga memakan serangga dan hewan-hewan kecil lainnya (seperti burung dan mamalia kecil). Orangutan bahkan tidak perlu meninggalkan pohon mereka jika ingin minum. Mereka biasanya meminum air yang telah terkumpul di lubang-lubang diantara cabang pohon.
F. Reproduksi
Orangutan betina biasanya melahirkan pada usia 7-10 tahun dengan lamakandungan berkisar antara 8,5 hingga 9 bulan; hampir sama dengan manusia. Jumlah bayi yang dilahirkan seorang betina biasanya hanya satu. Bayi orangutan dapat hidup mandiri pada usia 6-7 tahun. Kebergantungan orangutan pada induknya merupakan yang terlama dari semua hewan, karena ada banyak hal yang harus dipelajari untuk bisa bertahan hidup, mereka biasanya dipelihara hingga berusia 6 tahun.
Orangutan berkembangbiak lebih lama dibandingkan hewan primata lainnya, orangutan betina hanya melahirkan seekor anak setiap 7-8 tahun sekali. Umur orangutan di alam liar sekitar 45 tahun, dan sepanjang gidupnya orangutan betina hanya memiliki 3 keturunan seumur hidupnya. Dimana itu berarti reproduksi orangutan sangat lambat. Hal ini jugalah yang membuat jumlah orangutan di alam sangat sedikit dan menjadi salah satu satwa yang dilindungi.
http://www.scribd.com/doc/62902078/Zoologi-Primata repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25580/.../Chapter%20II.pdf www.unep.org/grasp/docs/Orangutan.pdf,
MORFOLOGI ORANGUTAN SUMATERA
Di Indonesia terdapat 2 daerah yang ada dijumpai oranutannya yaitu di sumatera dan di Kalimantan, berikut ini morfologi Orangutan yang ada di Kalimantan
Tinggi
Jantan : 120 – 150 cm
Betina : 100 – 120 cm
Berat
Jantan : 50 – 90 kg (di alam liar); sedangkan di karantina dapat mencapai 120 kg atau lebih.
Betina : 30 – 60 kg
Panjang Lengan, 60 – 90 cm atau 2/3 (dua per tiga) dari tinggi badan.
Warna Tubuh
Kemerah-merahan hingga coklat kehitam-hitaman, janggut pada Orangutan Sumatera (jantan) berwarna merah hingga jingga.
Tampilan Fisik
Tampilan wajah : sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga yang kecil. Memiliki tubuh yang tinggi, bulu/rambut yang kusut, dan lengan yang panjang. Bentuk tangan dan kaki kecil memanjang, sesuai untuk memegang cabang-cabang pohon. Jempol tangan yang pendek sangat mendukung fungsinya yang seperti gancu untuk membuka buah. Daging di sekitar pipi orangutan jantan dewasa (cheek pad) akan berkembang mulai dari umur 8 tahun atau 15 tahun hingga umur 20 tahun.
Kamis, 04 Agustus 2011
ORANGUTAN di ALAM
IN YEAR BULAN
Bagi anda yang suka akan Keindahan alam maka Prevab merupakan obyek wisata alam yang menyajikan keindahan alam yang natural alias asli dari sononya.
Disini anda akan disajikan akan prilaku orangutan di kehidupan alamnya secara alami tampa campur tangan manusia, bagaimana mereka makan, bercengkrama, membuat sarang bahkan kalo anda mujur akan menyaksikan bagaimana orangutan bercinta.
Tingkat perjumpaan antara pengunjung dengan orangutan mencapai 80%, jadi jika anda ingin melihat segala aktifitasnya anda harus menginap di home stay yang ada di obyek wisata ini.
Bagi Anda yang konsen akan konservasi, maka akan sangat membantu kami jika anda turut berpartisifasi dalam perkembangan blog ini sehingga tingkat kunjungan real nya ke obyek wisata alam Prevab semakin meningkat.
Langganan:
Postingan (Atom)